

Gorontalo, 16 Januari 2024 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan karakter generasi muda, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berpartisipasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Gorontalo dalam kegiatan Penyuluhan “Merdeka Tanpa Narkoba dan LGBT”. Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Generasi Terpelajar, Berprestasi, dan Berkarakter dari Narkoba & LGBT” dan diselenggarakan di MAN 2 Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh para siswa, guru, serta pengurus madrasah dengan penuh antusias. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada generasi muda tentang bahaya narkoba dan perilaku menyimpang seperti LGBT, yang dapat merusak moral, masa depan, dan tatanan sosial masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Dr. Sitriah Salim Utina, M.A, selaku Ketua Program Studi PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, bertindak sebagai narasumber utama. Beliau menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun generasi yang berakhlak, berprestasi, serta berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Generasi muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Untuk itu, kita semua harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat — bebas dari narkoba, perilaku menyimpang, dan pengaruh negatif yang merusak masa depan mereka,” ujar Dr. Sitriah dalam penyampaiannya.
Penyuluhan berlangsung dengan suasana interaktif. Para siswa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai isu-isu remaja yang relevan, termasuk cara menjaga diri dari pergaulan bebas dan pengaruh lingkungan yang tidak sehat.
Acara ini juga dipandu oleh Sitti Rahmawati Talango, M.Pd, dosen PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, yang bertindak sebagai moderator dan berhasil mengarahkan jalannya diskusi dengan hangat dan inspiratif.
Melalui kegiatan ini, Prodi PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan moral dan sosial yang berorientasi pada pembinaan karakter anak bangsa. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran dan ketahanan moral generasi muda di Gorontalo.
“Merawat generasi berarti menjaga masa depan bangsa. Dengan ilmu, karakter, dan iman yang kuat, generasi muda akan menjadi benteng peradaban yang sehat dan berdaya.”
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat peran pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba dan perilaku menyimpang, serta menumbuhkan generasi muda yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia.
