

Gorontalo, 16 Oktober 2025 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar acara penandatanganan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA) dengan sekolah mitra, TK Pembina Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dirangkaikan dengan seminar parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Memahami dan Mengelola Emosi Anak”, yang dihadiri oleh para guru, komite sekolah, dan wali murid. Inisiatif seminar ini berasal dari dosen pembimbing serta mahasiswa peserta Program Latihan Profesi (PLP), sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Acara yang berlangsung di aula TK Pembina Kabupaten Gorontalo ini dimulai pukul 16.10 WITA hingga selesai, dengan suasana penuh semangat dan kolaboratif. Ruangan berlatar belakang dinding kuning cerah dihiasi banner utama seminar yang menampilkan logo PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, ilustrasi rumah dan jam, serta pesan edukatif tentang peran orang tua. Di sisi kiri, terdapat poster besar bertema “Pendidikan Anak” dengan gambar anak-anak berpakaian seragam, sementara di sisi kanan, poster “Penyelamatan Kabupaten” menambah nuansa motivasi. Meja utama yang ditutupi kain ungu berenda menjadi pusat perhatian, di atasnya terdapat dokumen MoU, pena, tisu, kotak hadiah berpita pink, vas bunga mawar merah muda, dan peralatan presentasi seperti laptop dan proyektor.
Penandatanganan perpanjangan MoU dan IA dilakukan oleh perwakilan dari IAIN Sultan Amai Gorontalo dan TK Pembina Kabupaten Gorontalo, yang disaksikan oleh seluruh peserta. Dua perwakilan wanita berhijab—satu mengenakan hijab motif cokelat dan baju hitam, serta yang lain berhijab pink muda—terlihat fokus menandatangani dokumen di meja tersebut. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pendidikan anak usia dini melalui pelatihan guru, pengembangan kurikulum berbasis Islam, dan kegiatan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. “Perpanjangan MoU ini adalah komitmen kami untuk terus mendukung pendidikan berkualitas di tingkat dasar, khususnya di Kabupaten Gorontalo,” kata Ketua Prodi PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr. Nurhayati, M.Pd.I., dalam sambutannya.
Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan seminar parenting yang menjadi highlight utama. Seminar ini diinisiasi oleh dosen pembimbing dan mahasiswa PLP sebagai bagian dari program magang mereka, dengan tujuan memberdayakan orang tua dan pendidik dalam menghadapi tantangan emosional anak di era digital. Narasumber utama termasuk psikolog anak dari IAIN Sultan Amai Gorontalo dan praktisi pendidikan dari TK Pembina, yang membahas topik seperti pengenalan emosi dasar anak, strategi pengelolaan amarah, serta peran orang tua dalam membangun resiliensi emosional berbasis nilai-nilai agama.
Peserta seminar, yang mencapai sekitar 50 orang, terdiri dari guru TK, anggota komite sekolah, dan wali murid. Mereka duduk di kursi hijau yang disusun rapi, sambil mendengarkan paparan interaktif. Sesi diskusi terbuka memungkinkan peserta berbagi pengalaman, seperti tantangan mengelola emosi anak pasca-pandemi atau integrasi pendidikan emosional di rumah. Salah satu wali murid, Ibu Rina, mengungkapkan, “Seminar ini sangat membantu saya memahami kenapa anak saya sering tantrum. Sekarang saya tahu cara mendampinginya dengan lebih sabar dan sesuai ajaran Islam.”
Acara diwarnai dengan elemen edukatif dan hiburan, seperti pembagian materi handout tentang teknik relaksasi untuk anak, serta doorprize berupa buku parenting dan perlengkapan sekolah. Mahasiswa PLP turut berperan aktif sebagai fasilitator, memandu sesi kelompok kecil di mana peserta mempraktikkan role-playing pengelolaan emosi. Kegiatan ini sejalan dengan visi IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kesetaraan gender (SDG 5), dengan fokus pada pemberdayaan perempuan sebagai pendidik dan orang tua.
Penutupan acara dilakukan dengan foto bersama dan pembagian sertifikat partisipasi. Pihak TK Pembina Kabupaten Gorontalo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan berharap dapat melanjutkan program serupa di masa depan. “Kerja sama dengan IAIN Sultan Amai Gorontalo telah membawa dampak positif bagi sekolah kami. Seminar hari ini membuka mata kami tentang pentingnya emosi anak dalam pendidikan,” ujar Kepala TK Pembina, Ibu Siti.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya di Gorontalo untuk memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program PLP atau kegiatan PIAUD IAIN Sultan Amai Gorontalo, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi universitas atau menghubungi sekretariat prodi.
